Apriel

Pernah dengar nama itu? Ya, sedikit cerita tentang sebuah nama yang masih menyiksa hingga kata demi kata ini ku tulis.


Apriel

Nama panggilan sayang yang telah ku ucap selama lebih dari 3 tahun. Bukan nama yang biasa ia dengar dari siapapun, karna hanya aku yang memanggilnya seperti itu. Karna aku ingin dia terus menginggatku dengan nama itu. Yang belum pernah siapapun memanggilnya dengan nama itu.

Pertemuan kami teramat memalukan untuk di ingat, dan jangan kau tanyakan padanya bagaimana kami bertemu. Karna dia pasti tersipu malu, memerah semu diantara raut muka dan pipinya. Seperti itulah wajah ketika aku mengingatkannya pada pertemuan kami. Dan selalu terucap kalimat, "Dasar cowok kecakepan!"

Bukan, sebenarnya bukan karna aku merasa kecakepan hingga tak mau menjabat tangannya. Itu hanya karna habitual-ku dulu waktu di solo. Ya, aku sangat takut menjabat tangan seorang gadis. Hal yang masih kuanggap tabu, mungkin hingga sekarang. Maka dari itu, waktu aku diperkenalkan padanya, aku hanya tersipu malu dan hanya menjawab dengan meyebutkan nama. Lalu dia berlalu. Hingga suatu malam seorang teman datang ke wartel tempatku bekerja dulu, dia bilang ada seseorang yang mo bicara di telpon. Telpon yang digenggamnya. Dan ternyata apriel berada di seberang sana, sebuah perkenalan terulang dan berbasa-basi sebentar. Hingga aku meminta nomor rumahnya dan menelfonya beberapa minggu setelahnya, setiap hari, lebih dari lima kali.

"Kenapa kau tak mau menjabat tanganku, waktu itu?" ucapnya.
"Dan kenapa kau masih tak berani menatap mataku hingga sekarang?" kualihkan pembicaraan, "Ngomong aja sama pohon." tambahku sambil memperhatikan arah duduknya yang menghadap pohon. Suatu siang di kota Malang.

Weekend panjang yang kami gunakan berkunjung ke rumah eyang, sekaligus rumah yang pernah di tempatinya selama kuliah dulu. Dia sangat menyayangi eyangnya, juga sangat menyayangiku hingga tak mau pergi jika aku tak mengantarnya. Aku sangat menyukai sikap manja-nya, meski sebenarnya kami terpaut umur yang lumayan jauh.

"Siapa bilang aku ngga berani liatin matamu!" tapi ia masih memandang pohon² di taman depan.
"Coba kalo berani!" aku tak mau kalah.

Lalu dia memandangku dengan seksama. Ada cinta yang mengalir di sana, diantara dua kornea yang tergambar di balik kaca. Dan aku terus memperhatikannya, bola mata indah yang melukis jelas wajahku di sana. Tak lama ia menarik kacamatanya.

"Aa.. curang! Mana bisa seperti itu?" dia malah tertawa puas dengan kelicikannya. Terang saja dia bakalan menang, dia ngga mungkin bisa ngeliat mataku ranpa kaca mata!
"Yeee, khan ngga ada peraturannya!" dan senyum itu menambah cerah hariku. Bahagiaku.

Hingga suatu hari, aku menemukan kembali rasa yang telah lama mati. Sebuah nama hadir dan mengisi bagian lain dalam ruang hatiku. Ruang yang pernah di isi olahnya tiga tahun yang lalu, satu bulan setelah aku meletakkan apriel sebagai sandaran hidupku. Dia, gadis lain yang pernah singgah di hatiku untuk beberapa waktu. Dia, pernah mengisi ruang hatiku yang lainnya. Dia, alasan yang masih kucari untuk menjelaskan semua rasa ini. Ya, aku mulai mendua.

- ♥ -

"Jadi, sekarang ini aku seperti sephia-mu?" petang itu dia berucap padaku. Berada dalam dekap pelukku. Bertanya tentang posisinya diantara aku dan apriel, bertanya tentang sikap yang harus kupilih.

Dan aku masih terperangkap dalam diam, sejuta hening dalam balutan suara adzan. Lirih menggetarkan nuraniku, betapa dosa telah mencambukku pada sejuta kenangan yang telah kurekam bersama apriel. Aku teringat padanya, pada senyum yang selalu menyejukkanku. Pada dekap tangan yang selalu memeluk lengan di tiap jalan yang kami lalui. Dia, telah memberiku segalanya. Entah kenapa aku memilih jalan dengan dua hati yang menemani.

"Kenapa diam?" suara yang memaksaku menelusuri mata gadis dalam pelukku.
"Mendengarkan suara adzan" jawabku.

- ♥ -

Apriel masih menanti jawab ketika langkah kami gontai menelusuri lorong keluar gedung bioskop. Sore ini ramai sekali, dengan penatku memperhatikan puluhan manusia berjalan didepan. Aku ingin sepi, aku lebih menyukai sepi.

"Mas ingin makan dimana?" dia masih bertanya hal yang sama, meski dengan nada berbeda.
"Terserah adek." kuserahkan pilihan padanya. Aku sedang malas berfikir tentang makanan, setelah apa yang kurasa telah menyerap kadar berfikir dalam otakku.
"KFC lagi?"
"Yang penting bisa ngerokok." pintaku. Dan aku tahu, sebenarnya dia juga sudah paham tentang kebiasaanku. Setelah sekian lama dia mengenalku.

Dia tahu semua tentangku, kebiasaanku, tabiatku. Bahwa aku hanya membenci mie goreng dan sawi, bahwa aku mudah marah ketika lapar, bahwa aku butuh ruang untuk batang tembakau dan cangkir kopiku, bahwa aku tak bisa diganggu jika sedang bekerja, bahwa aku menyayanginya.

"Kita makan di luar aja ya? Disana khan bisa ngrokok." aku hanya tersenyum mendengar ucapannya. Dia tahu aku tak banyak meminta, dan aku tak perlu menjawabnya.
"Kau tahu, dek?" tanyaku pada dua mata yang sedang menatapku.
"Hemm... ." ucap dia pelan sebelum kurapatkan mulutku ke daun telinga kanannya.
"Bahwa aku menyayangimu... ." dia hanya tersenyum sambil mencubit lenganku.
"I love u too." jawabnya datar sambil terus memandang ke depan. Mencari jalan diantara keramaian. Diantara lalu lintas pergerakan manusia di Plaza Surabaya, yang membuat mataku rabun dan kepala bertambah pening. Aku butuh rokok, pikirku.

Tangan kiriku menulusuri sudut tas kecil yang tergantung di bawah ketiakku. Mencari bungkus rokok dan korek dari dalamnya. Urung ku ambil bungkus tembakau, karna motorola doraemon-ku bergetar.

        dah slsai krj? q tnggu dikost

Gadisku telah menunggu? Kenapa hari ini? Bukannya dia ngga ada kuliah? Ini hari sabtu! Kenapa dia belum pulang ke rumah? Kenapa masih di kost? Gila! Apa yang harus kulakukan? Bagaimana aku menjawab sms ini?

"Dari siapa mas?," suara pelan yg sedang memperhatikanku memegang doraemon terlalu lama.
"Boss nanyain aku bisa balik sekarang apa ngga. Dia mo ngajakin meeting." jawabku pelan.
"Kenapa ga di bales?" saran yang bagus, karna tak seperti biasanya ketika ia langsung meminta hapeku.
"Nanti aja." jawabku. "Sambil makan..."

Hatiku terasa ngilu, tak bisa kubayangkan gadisku yang lain menanti kedatanganku. Menahan lapar, hanya untuk bisa makan bersama. Sedangkan tubuhku di sini, sementara fikirku di sana. Ini menyakitkan, tak seperti celotehan teman² yang mengatakan selingkuh itu indah. Keindahan mana? Keindahan seperti apa? Apakah sakit ini yang mereka bicarakan? Apakah memilah hati ini suatu kebanggaan seperti kata mereka? Tidak!

Aku tak lagi merasakan kebahagiaan, pun ketika berada disamping salah satu gadisku. Hanya sakit yang kuperoleh ketika aku sadar, bahwa sebenarnya aku telah menyakiti keduanya. Sakit yang sama ketika aku harus berbohong, dan berkata seolah tak terjadi apa-apa. Aku begitu pintar berdusta, dan berpura-pura dengan sandiwara yang terus menyiksa. Bahwa aku lebih meminta keduanya, tapi sadarku mengingatkan tak mungkin seperti itu. Aku harus memilih, tapi tak bisa.

- ♥ -

"Aku bahagia, akhirnya kau bisa memilih." dia berucap lirih. "Dan keputusanmu memilihku membuatku percaya bahwa hubungan ini tak lagi menyakitimu" gadisku berucap datar sore itu. Di atas trotoar samping kampus, perjalan pulang ke kantor tempatku bekerja. "Aku tak pernah berhubungan lebih dari 6 bulan, kau tau itu?" dia menatapku.
"Aku malah lupa menghitungnya, berpa kali kau telah bercerita hal yang sama" dia mencubit lenganku. "Auw, kekerasan dalam pacaran!" teriakku kesakitan. Mengingatkanku pada apriel bagaimana cara dia juga mencubitku, entah bagaimana kulukiskan perasaan ini.

Sekarang, aku benar² membohongi keduanya. Pada apriel, juga gadis yang sedang mengandeng tanganku. Apriel tak pernah tahu, 8 bulan terakhir ini, aku memiliki gadis lain di hatiku. Sedangkan gadis ini membiarkan hubungan berjalan biasa saja pada awalnya, meski ia tahu ada nama apriel di ruang hatiku. Dia hanya meminta izinku untuk tetap mencinta. Tak menuntut diriku utuh menjadi miliknya, meski itu pada awalnya.

Hingga 6 bulan yang lalu dia lelah menanti di kost untuk sekedar mengajakku makan malam. Hingga ia pingsan di teras karna menungguku hingga pagi, dan tetap bersikeras tak mau makan hingga aku datang. Karna dia ingin membuktikan bahwa akulah cahaya hidupnya.

"Kau harus makan," ucapku sambil mengusap halus kening dan rambutnya. "Ku suapin, ya?" lalu kuambil satu sendok soto kesukaannya.
"Kenapa semalem ga datang?" dia menolak suapan dengan memalingkan wajahnya.
"Maafin aku sayang, Boss ngajak meeting mendadak. Ada penyusutan karyawan, aku dimintai pendapat siapa yang harus di keluarkan" jawabku sambil meletakkan sendok ke dalam mangkuk.
"Trus, kenapa ga bales sms Q," dia kini menatapku. Seolah mendapat jawab dari kornea yang masih menatapnya, "Kamu keluar sama apriel, khan?"
"Ya, aku bersamanya tadi malam! Untuk mengambil keputusan, bahwa aku lebih memilihmu. Dan 3 tahun bersamanya telah ku tinggalkan, masih perlu penjelasan?!" kuletakkan mangkuk diatas meja yang terletak di samping kiriku, lalu membalikkan badan dan bersandar pada tepi ranjang.

Tersisa hening yang mengisi ruang kamar pagi itu, kontras dengan nada jantung yang bersorak-sorai. Hebat! Kini kau masuk dalam dunia sandiwara! suara itu masih saja berteriak diantara gendang telingaku, memberiku selamat karna telah resmi membohongi gadisku.

"Kenapa diam? suaranya masih menemaniku. Menyadarkanku.
"Ah, ngga pa²." langkah kami makin mendekati tempat kerjaku. "Eh, katanya mo makan bareng temenmu?" sekedar mengingatkannya pada janji makan bersama pada acara ulang tahun temannya.
"Ntar ach, khan janjian abis maghrib. Ini aja masih jam 5. Aku antar sampai kantor ya?" masih bisakah aku menolaknya. Sedangkan lima meter lagi kami telah sampai.
"Aku juga ingin tanya caranya ngirim e-mail." tambahnya.

Aku tahu dia masih ingin bersamaku, sekedar menggangu pekerjaanku. Tapi jalanku telah menentukan pilihan. Bahwa sandiwara ini akhirnya berakhir. Ketika seorang gadis berkacamata telah menantiku di kantor, bahkan sebelum aku masuk, ia telah menghampiriku.

"Mas? Ini siapa?" Apriel telah menghadangku. "Coba kenalkan padaku," nafasnya tersengal, menahan sesak di dalam dadanya.
"Mbak siapa?" tanya gadisku seolah telah melupakan wajahnya.
"Saya pacarnya." jawab apriel cepat.
"Ok, sebentar." suaraku menengahi pembicaraan mereka. "Sebelumnya aku minta maaf," aku masih tersadar dan sadar bahwa ini nyata. "Priel, ini elly. Aku udah jadian sama dia selama 6 bulan. Dan eL, sorry. Sebenere aku belum putus sama apriel."
"Mas...? jadi ini yang kamu sebunyikan dariku?" ada embun di kedua bola matanya. Ada sakit yang tak tertahan dan ingin segera ia keluarkan. Ada berjuta kata yang tak terucap, tapi aku mengetahui maksudnya.

1 November 2007, semua sandiwaraku telah berakhir.

- ♥ -

"Bro! besok ganti-in gw jam 8 ya?" ucapku pada teman yang sedang memandangi compi seperti orang gila. Tak menyadari kedatanganku, tak menyadarai aku sedang memperhatikannya meneteskan air mata.
"Lo kenapa?" tanyaku padanya. Dia segera berpaling, meninggalkanku sendirian di ruang kerjanya. Dengan monitor yang masih menyala.



----- Original Message ----
From: Aprilliya Putri <apriel@*****.com>
To: rido <rido@*****.com>
Sent: Tuesday, January 15, 2008 2:47:39 PM
Subject: Re: he.. he..


Semua udah aku maafin................................

Tapi......
Insyallah aku April-Mei menikah

Doain aku ya.......................?
Ikhlas Hati




Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.



Aku menyelesaikan ini dalam 6 jam, duduk sambil membuka kenangan kita.

16 hari lagi ulang tahunmu.
Sebuah kado untukmu, priel.

Semoga bahagia.

Target



Kyaaaaaaaaaaaa...!!!

Baru nyadar kalo bulan ini gw cuman nulis dikit banget. Gelo! Ngapain aja sebulan ini? baru 10 postingan? Mati aja deh lo! Kyakakakakk...!!! Padahal biasane juga ga sebitu ngurusin mo dapet berapa positungan. Tapi waktu liat 'Table Of Contents' gw rada aneh, dengan 13 postingan di 2 bulan terakhir, rasane kok pengen nggenepin bulan ini dengan 13 postingan juga. Ahahaaa...!!!

Ok, gw pikir dulu ngapain aja sebulan ini? Kenapa kok jarang nulis di blog? Padahal gw ngerasa tiap hari buka blog? Ada apa ya? Hmm...???

Oh, ya. sebulan ini bikin 2 cerpen yg masih kesimpen di draft n ga kelar²! Kyakakakk!! makanya gw ngerasa kok ada yg janggal. Ehehehh... Perasaan tiap hari nulis di kotak postingan ini, tapi kok ngga ada hasilnya. Ternyata, ahahahh...!! Oh iya, ada hal laen kenapa gw stuck nulis.

Kemaren ntu kepengen banget punya button kek diatas itu. Bikin yg cocok ma selera kok lama banget, kalo ngga salah baru bikin kemaren. Seharian ngotak-atik ntu button. Dari mulai milih warna, jenis, font, dll, dll.

Trus, ditambah lagi bikin postingan ga jelas di MP, dan tulisan ga berguna di wordpress. Fyuh... rasane kok dikit banget tulisan gw? Ahahahahhh...

Ah, yo wis lah... Biar kliatan dikit aja, biar ada semangat buat nulis terus! Ahahahahhh...!!

Bis ini nulis apa ya? Masih kurang 2 postingan lagi...

Ayo kejar targetnya! Ahahahahh...!!!



[mupeng]



By: r1d0_aja


Dah ngga sabar pengen mupeng di duniaku, [DuniaSex] Forum, tapi ga bisa masuk karna yg punya dah nge-block sendiri tanpa diminta sama pemerintah! Ada kata² bijak dari Joss as the owner seperti ini:


Selamat datang di komunitas mupeng. Bagi yg pertama kali hadir disini jangan malu2 ucing, karena di komunitas ini tidak ada pornonya alias bersih. Karena kami mau mencoba untuk hidup ala munafik untuk sesaat.

Lebih lagi Pertanyaan kenapa [DS] Forum tiba2 ditutup? adalah pertanyaan yg paling banyak di ajukan sekarang. Dan alasanya adalah sebagai berikut.


  • Sejak diluncurkan UU elektro pemerintah, sebagian member di [DS] sangat resah dan takut diperas oleh yg berwajib. Keliatanya UU ini lebih berat dari hukuman NARKOBA. Cape deh....
  • [DS] Forum tidak di tutup, sekali lagi tidak akan dan pernah ditutup. Sekali lagi Tidak di tutup. Mau sekali lagi? cape deh.
  • Untuk menyambut gembira keputusan pemerintah, maka Joss akan menerapkan [DS] 911 Protocol, agar kita2 semua aman-aman sekali. cape deh


So please jangan menanyakan lagi para mods atau sup senior atau Joss mengapa [DS] Forum di tutup. cape deh.


Tulisan ini gw dapetin abis masuk [mupeng] forum, reinkarnasi [ds] forum. Ada hal baru dan sikap baru di forum ini. Sikap munafik aka alim dan banyak hal yg masih kita benahin. Tapi gw ga nge-fek ma UU yg baru aja di sahkan sama pemerintah dodol itu. N ga mo bahas lagi setelah panjang lebar diskusi ma temen² di tulisan ini.

Hah, [ds] tercinta kini merubah dirinya. Meski crew dan mamber sama temen² masih pada ngikut smua. Sepertinya rada krasa beda aja... hehehhh...

Dan semoga masih tetep [mupeng]


TitiKamal.Com

Titi Kamal - The Official Site



Kyaaaaaaaa....!!!

Ga nyadar n baru inget gw pengen buka site yg gw sebutin di atas. Site yg dibikin sendiri ma cowoknya Titi, sapa ntu namanya? Mmm... padahal idol-nya mantan gw Christian Sugiono, gelo! keren abies!

Pertama masuk, lo bakal disuguhin 2 pilihan. The Devil yg genit dengan wana hitamnya, and The Angel murah senyum dengan warna putihnya.


Gw pilih yg The Devil waktu pertamanya. Weis, headernya TOP BGT! Dengan slide photo yg nakal meski muka titi rada blepotan make-up. Sasaran pertama, langsung buka galerry photonya. Kyakakakk..!! emang bikin mupeng kalo liat titi. Tapi sempet kecewa coz foto²nya ga ada yg natural, di situ titi terkesan rada dipaksain. Tapi tetep acungin jempol buat Christian karna ngasih resolusi yg lumayan gedhe buat potonya, meski sayang ngga bisa di save karna pake flash. Next, mo baca blog-nya di 'about me'. Karana bawa-annya curiga mulu, gw kok mikir nie bukan tulisannya Titi. Secara tulisannya rada textual and ngga dia banget. Than, gw nyoba klik activity. Berharap ada berita up to date tentang dia. Eh, kecewa lagi karna yg di tulis malah naeknya harga BBM. Wuakakakk... Yang terakhir, gw sebagai fans-nya juga pengen gabung ke Fans Club-nya dia. Eeehh, lha kok malah kosong blong ga ada isinya? Jadi diman gw bs ngirim comment ke dia?

Berharap pada sang malaikat, gw nyoba balik ke page awal n klik The Angel. Dan ternyata isinya sama persis ma The Devil. Cuman beda layout-nya aja.

Hah, kok ya ngga di update tho mas Chris? Mbokya kalo bikin site skalian di isi n suruh si titi update, jadi biar kami para fans-nya ntu tambah cinta ma mba titi. Ato emang jealous ma para fans-nya titi? Hmm..???

Blog Vs Blog

Yeah, jangan harap gw mo nulis pertengkaran blog hosting kek mereka. FYI!

Baca ini:

Napain juga ngurusin blog mana yg paling bagus? Masalahnya ga sebegitu rumit letika kita ada dilamnya, kok... :p apa se, ga jelas

Yg jelas, seberapapun kita nulis, ke di blogger, multiply, or wordpress, smuanya bakalan sama kalo ga jelas juntrungane, kek ga ada chracter di dalam situ yg bisa lo tunjukin. Buat pemula kek gw, yang penting Qta nulis dulu dech. Mo tambilan blog lo kek apa, ntu urusan belakangan! Bodo amat mreka mo ngritik apa aja...

So, kenapa ga muali nulis dari serang?

Ngapain lo masih di sini?! Pilih salah satu dan mulai nulis!

Puup

Pernah ga sih, saat² menyenangkan kalian di ganggu oleh kewajiban yg harus segera dilaksanain? Misal kek lo lagi leyeh² sambil ndengerin music, tiba² temen lo ngingetin deadline kerjaan.

Gw jelasin dulu, kenikmatan menurut gw ntu kek apa. Jadi, kenikmatan dunia sesungguhnya ntu waktu di toilet. Jongkok ngeden² sambil di selingi ngisep rokok. Beuh... Rasanya ke di surga ntu. Palagi pas dapet bahan buat ngelamun, biasane ngelamunin rumah gw besok kek apa. Nge-desain sendiri rumah dengan segala isinya. Masalah cewek mah, lewaaaaatt..!!! Soale gw da dapet cewe, se... Hehehehhh...

Nah, kemaren ntu da kejadian nyebelin banget. Waktu gw lagi enak²nya nongkrong, da customer yg selesai maen. Tet teeeeeett...!! -bunyi khas billing kalo da yg slesai- Masalahnya adalah, waktu itu pagi dini hari n temen kerja gw lagi tidur di bawah. Sedangkan meja cashier ada di lantai dua/atas. Otomatis, acara gw di surga dunia harus diakhiri dunk? Ga peduli ntu lagi ada di puncak² kenikmatan. Taik! Jadi gw segera keluar sambil nahan puup yg masih berontak keluar. Coz rencana gw emang mo gw terusin abis ntu user mbayar. Mpe gw ga duduk waktu ngasih duit kembalian, sambil berharap acara nongkrong masih bisa dilanjutin.

Eh, tiba giliran ntu user dah pegi -plus warnet jg sepi- lha kok gw nongkrong di toilet 1/2 jam ga keluar². Mpe kaki kesemutan ga mau nelor jg! Aaaaaaaaaaaeggh...!!!

Akhirnya gw kluar dengan muka lesu dengan mood yg ga karuan.

"Ini kejadian pertama dan yg terakhir! Pokoknya kalo puup ga leh pas kerja"


Yah, belajar profesional me kerjaan ntu mang rada susah. Taik!


rokok dan kopi

terdengar dua suara dari ruang kerja
dua teman sedang saling bertanya
"kenapa kau masih tergeletak di sini sendiri?"
"kau sendiri mengapa dari kemarin belum di cuci?"

yang awal bertanya belum mendapat jawab
sedangkan yang kedua mulai berfikir dan juga mencari sebab
mereka termenung.
dan..

"aku tahu...!!!" nada tinggi menggema bersama.
"aku dulu..!!"
"baiklah, giliranmu."
"aku tergeletak di sini karna dia belum membakarku."
"kalau begitu sama, dia juga belum meminumku."

"hah, sama aja..."
"mungkin dia sedang sakit?"
"kau yang membuatnya sakit!"
"tidak, malah kau yang meracuni jantung dan paru!"
"bukannya racunmu yang membuatnya susah tidur dan istirahat!!"
"Tidak, itu salah! Karna racunku telah menetralisir racunmu!"
"Oh, terima kasih."
mereka terdiam dan saling bungkam.

"Berarti racunmu masih tertinggal di tubuhnya, khan?!"
"Bodoh! Tentu saja larut bersama racunmu!"
"Oh, begitu?"
dan mereka terdiam dalam bungkam

"Jangan menyebutku bodoh!"
"Memang seperti itu, dan aku selalu meredam bara amarahmu!"
"Oh, terima kasih. Tapi, aku tak mau kata bodoh"
"Kita ganti saja. Tolol?"
"Iya, itu terdengar seperti namaku dengan dua lubang"
"Ahahahahaa... kau memang..."
"Eh, dia datang.."

"Hah?! kalian masih ada di sini?"
"Dan kalian memang teman sejati yang selalu menamani."
"Tak seperti gadis yang kukira akan setia hingga mati..."

dan mulai terbakar ujungnya
setelah meneguk cairan dalam cangkir hingga setengahnya...

rokok dan kopi,
seperti teman yang saling melengkapi...

I'm on SMS

aRul: wekz.... eh tadi YM pake HP? weleh2..


Kekekekk.... emang dulu pertamanya cuman coba². Emang sie, kerasa enak kalo da temen ngajak chat langsung tau n segera lari ke compi. Tapi, karna berhubung akhir² nie gw ga bawa hape. Jadi ksian juga kalo da temen yg nyapa ke hape tapi ga gw bales. Lagian, nomor yg saia pake ntu dah hangus kok. Tapi anehnya, kok masih kekirim juga ya? hmm...

Mungkin dengan ini gw minta maap ke temen² smua. Skalian minta tulung klo da yg tau cara sign out tanpa masuk ke hape. Rada binun jg ne.

Maap buat smua...


tiada



Kumerana pada teriak serak yang menjaga
bahwa semua tak menahu
jika hatiku menggelantung pada kedua sisiku
pun jantung yg kaubakar
dalam arang

aku tahu ini tak pernah menyatu
pada abu yang kubakar lalu hilang
pun ketiadaan yg akhirnya tergambar pada awan
karna akhirnya aku hanya berlalu dan pergi

hah, aku sendiri..
masih terlalu pening pada khayalku
yg menuntun pada kuburku..
aku hanya meminta
dalam tiada..

8:04 pm
masih dalam renungan



==================================================

merindukan senyummu, my eL. Sayang, kita ga satu kelas semester ini. padahal banyak sks yg diambil, tanpa satupun yg menginginkan kita bersama. Yeah, hanya merasa ini masih belum beruntung, tak seperti keberuntunganku menemukanmu. thanks bunda...

My Class



Yeah, awal hari merupakan sore yg indah buat gw. Karna hampir 3 tahun terakhir, mentari pagi adalah senja kemerahan yg mengagumkan. Bukan sinar hangat yg menyapa dari ufuk timur, melainkan senja sejuk yg senantiasa memberi semangat untuk menjalani malam. Seperti itulah, keseharian gw mungkin berawal dari sore hari, kerja dan beraktifitas berawal dari sore hingga pagi hari. Mungkin karna Insomnia-ku, hal yg mulai membosankan untuk dibahas.

Sama, malam ini terasa membosankan. Padahal sore tadi ntu gw exited banget mo menjalani malam ini. Berawal dari kuliah pertamaku setelah 2 tahun sempat ga pernah nginjek areal campus. Memulai 2 sks pertama dengan Mr. Danu yg nyodorin Introduction to Literature yg sempet gw lepas smester 5 dulu.. Kuliah tadi kek nostalgia tahun pertama kuliah, smua dah gw siapin malem sebelumnyah. Buku, baju, tas etc. Gw kaya anak kecil yg mo masuk sekolah pertama kalinya... hehehhh... Tapi waktu masuk kelas sempet nyadar juga akhirnya, setelah anak² tingkat bawah masuk telat. Gelo, pada seger and manis² bgt. Nah gw? bangkotan kek gini mah jauh ma muka manis mreka..

Akhir kuliah gw da di tunggin pHE di parkiran, depan mobil campus warna merah butut itu. Tau ntu anak, kek ga ada tempat laen buat nungguin gw selain tempat parkir. Masa cewe kuntet kek dia ketutupan mobil malah nyalaihin gw yg ga nyampa. Kekekekkk...

Bis ngopi plus rokokan bentar [abis 2 batang, pHE abis 5.. Hahahahh... ] trus balik ke warnet ma dia. Nah, yg jadi pikirangw mpe pagi nie ntu waktu mo ke areal parkir gw ketemu ma sandra. My girl's friend. Nah, ntu anak terkenal ember n pasti berita gw jalan [cuman jalan! sumpe deh] ma pHE bakalan nyampe ke telinga elly. Haahh...

Tapi gw pecaya, kalo elly bisa pecaya ma gw.
Ya khan el?

Tangan dan Jari



Gelo, tangan kiri gw ngilu bwanget sedari kurang lebih 5 hari kemaren, Serasa mo putus aja ni tangan. Mo beli-in obat, tapi ga biasa ma hal² yg kek gituan. Taik! Gw slalu pecaya tubuh kita ntu mroduksi obat buat sakit yg qta derita. n sugesti gw bilang kalo cuman do'a ibuk yg paling mujarab. Yeah, akhirnyah gw cuman diemin nie tangan. Ato jangan² ibu lagi kangen ya? Entahlah...

Eh belom sembuh nie tangan kiri, sekarang giliran jari telunjuk yg mulai senut². Pas di ujungnyah. Gw se ngiranya karna kebanyakan ngeklik ma drug mouse keparat di computer ini. Dah scroll ga ada, mousepad ga jelas, ditambah monitor yg super nyebelin. Aaaaarggghh...!! lama² gw banting juga nie compie... biar di beli-in baru lagi... kekekk...

Mpe tadi gw iseng² mbungkus ujung telunjuk kanan gw nie pake double selotip. Kerasa rada mendingan. Tapi ya geto, kalo mo nge-klik harus pake jari tengah. Hah, hariku terasa menyebalkan. Mpe ga napsu mo buka² internet.

apa mommy bener² kangen ma gw ya?
hmmm...

Leah donna Dizon


Profile Data
Nick Name: Leah Dizon
Real Name: Leah Donna Dizon
Birthday: September 24, 1986
Blood type: O type
Birthplace: Las Vegas, America
Size: T167 B86 W60 H88 S24
Language: English and a little Japanese
Hobbies: Singing, Dancing, Shopping, Painting
Specialty: Tennis, Badminton
Nationality: American [French-American mother and a Chinese father and a series of half-Filipino]
The Official Site: http://leah-dizon.net







Early life
Gadis cute [geto loh..] ini lahir di Las Vegas, Nevada. Orang tuanya adalah seorang busniss man di kota besar California. Anak ke 4 dari 6 bersaudara ini mengaku sering mendengarkan music Rock dan R&B, dan dia bermimpi bisa menggeluti karier sebagai penyanyi.

Career
Meski pada awalnyah Dizon terjun dalam dunia model, toh kariernya terus menanjak dalam 3 tahun terakhir. Kariernya berawal setelah ia lulus SMU, Dizon memutuskan berpose untuk cover Import Tuner Magazine. Setelah setahun photo-photonya beredar di Internet, dia telah mengantongi 2 juta hits di search engines. Pada bulan April 2006, setelah mendapat saran dari para penggemarnya, Dizon mengirimkan demo photo ke agency di Jepang. Setelah diterima, dia segera pindah ke Tokyo. 5 bulan setelah dia mengirimkan demo photo itu, October 2006, dia langsung meluncurkan Photobook pertamanya berjudul Petite Amie (Little Girlfriend in French), which was ranked as the third best selling photobook of that year. Awesome..!!

Pada tahun 2007, tepatnya February 14, merupakan awal karier bermusiknyah. Dizon meluncurkan single pertamanya, Softly, under the record label Victor Entertainment(VIZL-216). Dan langsung menduduki peringkat #7 di Oricon Weekly Chart. Di waktu yg sama dia juga me-released Photobook keduanya bertajuk [helleh, kek Malingisa aja] Hello! Leah. Dan di bulan May 30, 2007, Dizon kembali menelurkan single keduanya Koi Shiyō (恋しよう♪), yang juga menempat menempati peringkat peringkat #7 di Oricon Weekly Chart [nomor keberuntungan dia kali yak?]. The title track is described as a 'grooving, up-tempo dance song' and the single features 2 B-sides: Could you be that one? and Aishiteru ~ Love Story (アイシテル~ Love Story?). The title track, Koi Shiyō is being used in a Lotte TV ad while Could you be that one? is being used in a PlayStation 3 Ninja Gaiden Sigma TV ad, with Dizon starring in both commercials. [males nerjemahin saia-nyah.. kekekekk...]

Single ketiga berjudul "L・O・V・E U" di release bulan Agustus 8, 2007. Berselang satu bulan, Leah telah merelease debut albumnyah "Destiny Line". Berisi 14 lagu dengan 10 lagu yang dia tulis sendiri. Jadwalnya semakin menggila dengan peluncuran Photobooknya yg ketiga, "Heaven" [includes a DVD] yang keluar pada October 5, 2007. Dan kabar terbaru yg saia baca dari Official Site cewe cute ini, single terbaru akan direlease tanggal 26 bulan ini. "Love Paradox" from "Love Paradax Tokiwa Tooru (VICL-36402)"

Ok, terus berkarya Leah! and i'll always love u!



References:





Free Wallpaper
r1d0aja - Leah Dizon r1d0aja - Leah Dizon
Click here for more wallpaper





Terbengkalai

Ya, beberapa tulisan gw yg ada di sini sempet stuck n ga mo jalan lagi. Contoh paling deket ada di post gw sebelum ini. Tapi gw ngga peduli, karna suatu saat -entah kapan- pasti ada ide untuk nulis lagi. So sorry yg dah nungguin tulisan gw -pede banget- tapi cuman jadi setengah, kekekk...

Bisa dikatakan kalo gw ntu orangnya moody banget, jadi terserah mood kalo ngerjain sesuatu. Saat itu gw pengen apa, saat itu jg gw kerjain. Bisa aja, suatu hari gw tiduran ga jelas -dgn mata terjaga memandang langit² kamar- tanpa melakukan apa². Ato bisa juga, satu hari gw habiskan untuk bersih² rumah aka kantor aka mess gw ini.

Mungkin, temen gw bilang ada benernya jg. Gw ntu perfectionist, jadi kalo positing harus sesempurna mungkin. Pernah, bahkan seringkali gw ngedit postingan gw bisa sampe 5 ato 6 kali. Hanya karna kurang photo, nambahin link, ato hal² yg ga jelas.

Jadi kek gitu alasan gw, kenapa kadang satu hari gw bisa nulis 3 sampe 4 postingan. Ato bisa juga ga nulis satu minggu penuh. Padahal banyak waktu luang yg akhirnya terbuang. Tapi, mungkin jg karna ada alesan laen kenapa gw jarang post di blogspot. Kadang gw lagi ke-enakan chat ma temen², ato lagi post di multiply.

G taulah, mungkin maret ini bakalan lebih rajin nulis. N semoga sesuatu yg berguna. Ngga cuman buat diary internet aja. Ahahahahahaa...